Pertajam Strategi Ciptakan Inovasi

 

Balitbang Kementerian PUPR dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Memotivasi Gerenasi Muda untuk Mengurangi Disparsialitas Pembangunan

Admin Master     Tuesday, 14 March 2017

article-1-gbr-3.jpg

Kepala Badan Litbang, Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng.Sc., mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menjadi pembicara utama pada Seminar Dies Natalis ke-50 Prodi Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Seminar dengan tajuk “Satu Semangat Cerdas Merencanakan dan Merancang Infrastruktur Berkelanjutan” ini diselenggarakan di Auditorium Gedung Thomas Aquinas, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada 10 Maret 2017.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., juga turut mengundang Prof. Dr. Ir. Bambang budiono, M.E. (ITB), Ir. Troy Dartojo Saputro, MBA. (PT. Indocement), Dr. Ir. Wulfram Indri Ervianto, M.T. (UAJY), dan Ir. Pande Ketut Gede Karmawan, MMT. (PT. PP) sebagai pemateri. Acara ini dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa.

Dalam paparannya, Kabalitbang PUPR mengangkat topik percepatan pembangunan yang digalakkan oleh Presiden Republik Indonesia. Strategi pembangunan yang diusung adalah strategi pembangunan berkelanjutan, dimana suatu permasalah diselesaikan dari hulu masalah tersebut. Sebagai contoh adalah beberapa permasalahan banjir di Indonesia. Banjir di Garut salah satunya disebabkan oleh rusaknya ekosistem riparian dan kawasan resapan air di hulu DAS Cimanuk. Banjir di Bima diindikasikan terjadi karena pendangkalan sungai oleh sampah sedimen dan debris sehingga air meluap dan masuk ke kota. Oleh sebab itu infrastruktur yang dibangun harus mencakup pemahaman masalah yang terintegrasi.

article-1-gbr-1.jpg

Kesuksesan pembangunan nasional menjadi tolak ukur index daya saing negara di kancah dunia internasional. Index daya saing tidak memberikan poin tinggi terkait sumber daya alam yang dimiliki suatu negara. Index daya saing berfokus pada inovasi, yakni terkait nilai tambah yang telah dihasilkan oleh pengelola negara. Secara teknis, unsur yang penting dari daya saing adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk inovasi. Inovasi pembangunan akan merangsang integrase ekonomi nasional.

Tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan index daya saing adalah permasalahan logistik. Biaya logistic yang tinggi, yang saat ini berkisar pada angka 25% dari nilai produk, sangat mempengaruhi tantangan Investasi di Indonesia. Sebagai contoh adalah ongkos pengiriman barang melalui jalur laut dari Jepang ke Jakarta lebih rendah dibandingkan dengan biaya pengiriman dari Jakarta ke Banjarmasin. Arus barang dari Jepang ke Jakarta dapat dipantau melalui database pengiriman. Hal serupa belum dapat diakomodasi seutuhnya pada proses pengiriman barang di dalam negeri. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya meningkatkan layanan Tol Laut untuk mempercepat distribusi barang Nasional. Pengembangan tol laut meliputi pengembangan fasilitas pelabuhan serta moda akses yang dibutuhkan. Distribusi logistik melalui laut juga akan mengurangi biaya investasi terkait operasi, pemeliharaan, dan pengembangan jaringan jalan untuk moda transportasi darat.

Kementerian PUPR juga berupaya mengembangkan akses irigasi untuk pengembangan tanaman pangan. Program yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan 65 waduk baru dan pemeliharaan sekitar 200 waduk yang telah ada. Kementerian PUPR berupaya mengembangkan 1 juta hektar lahan irigasi baru dan mempertahankan kinerja 7,3 hektar lahan irigasi teknis yang telah ada. Pemerintah juga berupaya membangun sepanjang 3.000 km perlindungan pantai terutama untuk metropolitan yang terancam oleh kenaikan muka air laut dan bahaya perubahan iklim.

Tantangan lain yang krusial untuk diselesaikan oleh pemerintah adalah permasalahan disparsialitas pembangunan. Kabalitbang PUPR memotivasi mahasiswa yang hadir agar terpanggil untuk turut serta membangun kawasan Timur Indonesia.  Langkah nyata yang sedang dilakukan pemerintah adalah merampungkan akses tembus antar kota di papua. Memberikan akses air bersih dan sanitasi dengan prioritas untuk masyarakat di kawasan timur Indonesia. Pemerintah juga mengupayakan penggunaan material lokal, khususnya batu alam, untuk pembangunan di daerah Kalimantan dan Papua. Pemerintah memiliki 35 wilayah pengembangan nasional dimana mayoritas berada di daerah timur Indonesia. Mahasiswa diajak untuk mencintai Indonesia dengan memberikan kontribusi keilmuannya setelah lulus nanti untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi, terutama kawasan timur Indonesia.(SSP)

Hak Cipta © 2019 Puslitbang Sumber Daya Air - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. All Rights Reserved.